
Qatar Charity Indonesia (QCI) menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) dengan United Nations Development Programme (UNDP) hari Kamis, 29 Jun 2010 untuk Program Pengembangan Masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Program ini mendorong pencapaian Millenium Development Goal (MDG) dan Pembangunan Manusia di Provinsi NTB. Acara ini diadakan di Gedung PBB, Jakarta Pusat. Manager Unit Program Penanggulangan Kemiskinan UNDP, Abdurahman Syebubakar, pembawa acara dalam penandatangan serta pidato pembukaan disampaikan oleh El-Mostafa Benlamlih, Perwakilan PBB.
"Meskipun ada perbaikan yang signifikan dalam banyak bidang, seperti pendidikan dan tingkat kematian bayi, beberapa target lainnya perlu upaya lebih berkelanjutan untuk dicapai. Keberhasilan dalam menurunkan tingkat angka kematian bayi tidak berkesesuaian dengan kematian anak, yang meningkat antara 2003 dan 2006, lebih tinggi daripada rata-rata nasional. Demikian pula, tingkat cakupan sanitasi di NTB adalah yang terendah di Indonesia pada 46,2%, yang berarti bahwa lebih dari setengah populasi tidak memiliki akses terhadap sanitasi yang memadai "kata. El-Mostafa Benlamlih,
Di antara undangan adalah Kepala Biro Hukum dan Luar

Negeri dari Departemen Agama, H. Mubarok, wakil Menteri Sosial, Makmur Sanusi, dan Asisten Deputi Lembaga dan Kerjasama Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Hadi Santoso. Penandatangan perjanjian tersebut adalah Direktur QCI, Hasan Azekour, dan UNDP Country Director Indonesia, Beate Trankmann.
"Kemitraan Qatar Charity dengan UNDP di Nusa Tenggara

Barat (NTB) dikembangkan untuk meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap kemiskinan dan kerentanan melalui pemberdayaan masyarakat, organisasi masyarakat sipil , dan kemitraan strategis antara anggota masyarakat, masyarakat sipil, pemerintah lokal dan mitra lainnya. NTB merupakan salah satu provinsi kedua terendah Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Karena kemiskinan, masyarakat terus menderita kekurangan gizi, kurangnya pendidikan, dan sanitasi, "kata Country Director Indonesia, Hasan Azekour.