|
Kesungguhan dan Kedisiplinan Abdan Menggapai Impian |
|
|
|
|
Monday, 28 June 2010 |
Kehilangan keluarga, harta dan benda dikarenakan bencana Tsunami membuat beberapa korban patah arang, tapi tidak demikian halnya dengan Abdan Yusuf. Isteri dan 3 anaknya wafat tersapu gelombang Tsunami yang melanda kampungnya, Desa Maikeun, yang hanya berjarak 500 meter dari pesisir Pantai Lhoknga. Berbagai jenis usaha pernah ia coba untuk bertahan hidup, namun belum memberikan hasil yang optimal. Abdan Yusuf, terus maju. Pada tahun 2008, Abdan mengajukan permohonan pembiayaan usaha ternak sapi kepada QCI Cabang Aceh.
Setelah melalui serangkaian uji kelayakan, awal Maret 2008, dia terpilih sebagai salah satu dari 200 anggota program penggemukan/peternakan sapi dengan periode cicilan selama 2 tahun. Strategi pemilihan sapi bunting tua dipadukan dengan inseminasi buatan, telah menambah jumlah sapi Abdan, dari satu, menjadi 5 ekor hanya dalam kurun waktu 2 tahun 2 bulan. Dengan kesungguhan dan disiplin tinggi, Abdan mampu melunasi cicilan usahanya sesuai dengan batas waktu yang ditetapkan. Kini, Abdan memiliki asset 5 ekor sapi senilai 30 juta dari modal awal 5,5 juta ketika ia memulai usahanya. “Man Jadda wa Jadda,” Siapa yang Bersungguh-sungguh, pasti akan mendapat.”
|