|
Industri Kue Kacang Hijau |
|
|
|
|
Monday, 14 June 2010 |
|
Tsunami yang melanda Naggroe Aceh Darussalam beberapa tahun lalu telah menghancurkan bisnis kue kacang hijau yang sudah digeluti Jamaluddin sejak tahun 1983.
Oleh karenanya, Jamaluddin lalu beralih menjalankan becak-motor yang didapatnya dari sebuah agen motor dengan cara mencicil setiap bulan. Tetapi, penghasilannya dari ”becak” menurun akibat banyaknya jumlah becak-motor yang digunakan sebagai mata pencarian di Aceh, jug akibat menurunnya permintaan konsumen. Jamaluddin lalu berencana membangkitkan kembali bisnis awal yang sudah dijalaninya selama 25 tahun sebelum tsunami melanda. Dia lalu mengajukan proposal pinjaman modal ke Qatar Charity Indonesia (QCI) cabang Aceh. Proposalnya disetujui setelah melewati serangkaian prosedur administrasi dan uji kelayakan. Demikianlah, industri rumahan kue kacang hijaunya mulai menggeliat kembali. Dibantu oleh dua pekerja, Jamaluddin mampu menghasilkan 1600 potong kue per harinya, dan mendapat laba bersih sekitar 40% dari modal pinjaman per bulannya. Laba bersih ini membantunya memenuhi kebutuhan pokok rumah tangganya, dan melunasi cicilan becak-motornya. |