|
Kompleks Terpadu An-Nur untuk Keluarga Miskin di Karawang |
|
|
|
|
Saturday, 22 May 2010 |
 Seratus keluarga miskin di Karawang akan segera menempati rumah tipe 45, yang dibangun oleh Qatar Charity sejak tahun 2009. Serah terima keseratus rumah yang berada dalam Kompleks Perumahan Terpadu An-Nuur dilakukan pada hari Rabu, 19 Mei 2010, di Desa Jatiragas, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Acara ini dihadiri oleh Menkokesra, Gubernur Jawa Barat, korps diplomatic dari Negara-negara sahabat seperti Saudi Arabia, Qatar, dan Sudan, perwakilan organisasi nasional dan internasional, serta delegasi Qatar Charity yang diwakili oleh Vice Chairman & Managing Director Qatar Charity, Abdullah Al-Nameh.
Menkokesra Agung Laksono menjelaskan bahwa Pemerintah sebenarnya telah meluncurkan beberapa program pemberdayaan keluarga miskin melalui sumber dana APBN, namun belum bisa sepenuhnya mengurangi kemiskinan. Hingga kini Pemerintah belum mampu untuk membangun fasilitas perumahan bagi 30 juta warga miskin di Indonesia dan karenanya Pemerintah mendukung dan menyambut baik bantuan yang diberikan oleh Qatar Charity. Sementara itu, Vice Chairman & Managing Director Qatar Charity, Abdullah Al-Nameh, menyampaikan bahwa hingga saat ini banyak orang di seluruh dunia yang hidup serba kekurangan. Karenanya, sebagai bentuk kepedulian, Qatar Charity berusaha memberikan bantuan yang salah satunya berbentuk perumahan. Dalam kesempatan itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriyawan menjelaskan pemerintah sangat berterima kasih atas bantuan Qatar Charity. Pemerintah Jawa Barat akan menyediakan lahan seandainya ada tawaran kerjasama membangun rumah susun atau kompleks perumahan seperti yang dibangun oleh Qatar Charity.  Karawang merupakan salah satu kabupaten/kota yang memiliki Indeks Kemiskinan Manusia/IKM paling tinggi di Jawa Barat (Biro Pusat Satistik 2005). Pada tahun 2008, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Jabar mencatat, sebanyak 211.908 keluarga atau sekitar 36 persen dari total 582.834 keluarga di Karawang, tergolong sebagai keluarga prasejahtera. Angka itu meningkat dibandingkan dengan jumlah keluarga prasejahtera tahun 2006 yang mencapai 34 persen (Kompas, 3 November 2009).  Kesulitan ekonomi yang diwariskan dari generasi ke generasi mengakibatkan banyak anak tidak memiliki akses terhadap pendidikan dan kesehatan. Hal ini menyebabkan mereka kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan di kemudian hari. Karenahya, diperlukan perhatian khusus dan tindakan yang nyata untuk memutus rantai kemiskinan. Melalui  program-program pemberdayaan masyarakat yang menyentuh kebutuhan mereka secara langsung dan program pengembangan kapasitas guna meningkatkan kompetensi mereka, Qatar Charity berusaha untuk terus memberikan kontribusi bagi pengentasan kemiskinan untuk mereka yang membutuhkan. (Zahra) |